Rowobranten - Dari Buku Hibah hingga Rak Perpustakaan, KKN UNDIP Bantu Lengkapi Administrasi Perpustakaan Desa Rowobranten

Dari Buku Hibah hingga Rak Perpustakaan, KKN UNDIP Bantu Lengkapi Administrasi Perpustakaan Desa Rowobranten

Dari Buku Hibah hingga Rak Perpustakaan, KKN UNDIP Bantu Lengkapi Administrasi

Perpustakaan Desa Rowobranten

Rowobranten (8/8) – Bertambahnya koleksi buku menjadi kabar baik bagi sebuah perpustakaan. Namun, semakin banyak buku yang masuk juga membutuhkan pencatatan yang rapi agar koleksi dapat dikelola dan ditemukan dengan lebih mudah. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melalui kegiatan pendampingan administrasi Perpustakaan Desa Rowobranten.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosial Kemasyarakatan Soshum “Optimalisasi Administrasi Perpustakaan Desa untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Literasi Masyarakat.” Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu pengelola perpustakaan melakukan inventarisasi dan pendataan koleksi buku yang tersedia, termasuk sejumlah buku yang berasal dari hibah pemerintah.

Merapikan Data Buku yang Masuk

Kegiatan dimulai dengan melihat dan mengidentifikasi koleksi buku yang perlu didata. Buku-buku yang tersedia kemudian dicatat berdasarkan informasi yang diperlukan dalam administrasi perpustakaan.

Mahasiswa membantu memasukkan data buku ke dalam sistem administrasi atau buku induk perpustakaan. Proses tersebut dilakukan secara bertahap agar setiap buku yang telah dicatat dapat memiliki data yang jelas dan tersusun.

Pekerjaan administrasi tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan. Data koleksi yang tertata dapat membantu pengelola mengetahui buku apa saja yang tersedia dan memudahkan proses pengelolaan koleksi ke depannya.

Dalam LRK KKN Desa Rowobranten, kegiatan ini memang diarahkan untuk membantu pengelola perpustakaan dalam melakukan inventarisasi koleksi serta memastikan data buku tercatat secara lengkap, akurat, dan sistematis.

Bukan Sekadar Mendata Buku

Bagi mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan memasukkan data dari buku ke dalam sistem. Pendampingan juga menjadi kesempatan untuk membantu pengelola perpustakaan menata administrasi koleksi yang ada.

 

Buku-buku yang telah didata diharapkan dapat lebih mudah dikelola ketika perpustakaan kembali digunakan oleh masyarakat. Dengan adanya pencatatan yang lebih teratur, keberadaan koleksi juga dapat diketahui dengan lebih jelas.

Hal ini menjadi semakin penting ketika perpustakaan mendapatkan tambahan koleksi dari pihak luar, termasuk buku hibah pemerintah. Koleksi yang bertambah perlu diikuti dengan pencatatan agar buku-buku tersebut tidak hanya tersimpan di perpustakaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari koleksi yang terkelola dengan baik.

Mendukung Akses Literasi Masyarakat

Perpustakaan Desa Rowobranten memiliki potensi sebagai salah satu sarana pendukung literasi masyarakat. Hal tersebut juga tercantum dalam LRK KKN, yang menyebutkan perpustakaan desa sebagai salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung literasi masyarakat.

Karena itu, pembenahan administrasi menjadi salah satu langkah kecil untuk mendukung keberadaan perpustakaan sebagai ruang belajar dan akses informasi bagi masyarakat desa.

Kegiatan ini tidak secara langsung mengajarkan masyarakat membaca atau memberikan pelatihan literasi. Namun, dengan membantu menata koleksi dan administrasi perpustakaan, mahasiswa turut mendukung tersedianya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan dan informasi.

Langkah Kecil untuk Perpustakaan Desa

Pendampingan administrasi perpustakaan menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam membantu kebutuhan masyarakat yang sering kali berada di balik kegiatan pelayanan sehari-hari.

Pekerjaan pencatatan buku mungkin tidak terlihat sebesar kegiatan sosialisasi atau pembangunan fasilitas. Namun, administrasi yang rapi menjadi bagian dari pengelolaan perpustakaan agar koleksi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara lebih teratur.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap data koleksi buku yang telah diinventarisasi dapat membantu pengelola perpustakaan dalam melanjutkan pengelolaan koleksi setelah program KKN selesai. Dengan demikian, buku-buku yang tersedia, termasuk koleksi hibah pemerintah, dapat lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.6 yang mendorong peningkatan kemampuan literasi. Dalam konteks Desa Rowobranten, dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan salah satu sarana yang dapat menunjang kegiatan membaca dan akses informasi masyarakat.

 

Penulis: Abid Pandya Saputra_13040223120022_Antropologi Sosial

Editor: Hendrik AS


Dipost : 14 Agustus 2026 | Dilihat : 3

Share :