Rowobranten - Rembug Stunting Desa Rowobranten Tahun 2026: Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting

Rembug Stunting Desa Rowobranten Tahun 2026: Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting

Rowobranten, 10 Juni 2026 – Pemerintah Desa Rowobranten, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting Desa Rowobranten Tahun 2026 pada hari Rabu (10/06/2026) bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Rowobranten. Kegiatan ini merupakan forum musyawarah desa yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi stunting, menyusun langkah penanganan, serta merumuskan usulan kegiatan prioritas dalam upaya percepatan penurunan stunting di Desa Rowobranten.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Rowobranten dan dihadiri oleh Camat Ringinarum beserta pendamping desa, perangkat Desa Rowobranten, Babinsa dan Babinkamtibmas, perwakilan BPD, lembaga desa, ketua RT/RW, Karang Taruna, perwakilan Satlinmas, bidan desa, kader kesehatan desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Dalam pemaparan data hasil pendataan dan monitoring tahun 2026, diketahui bahwa terdapat 184 remaja putri yang menjadi sasaran program pencegahan stunting. Selain itu, terdapat 4 calon pengantin yang seluruhnya telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti bimbingan persiapan perkawinan dengan capaian pelayanan 100 persen.

Pada kelompok sasaran ibu hamil dan nifas, tercatat sebanyak 21 orang, terdiri dari 9 ibu hamil dan 12 ibu nifas yang seluruhnya telah mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan nifas secara lengkap. Dari data yang disampaikan, terdapat 4 ibu hamil risiko tinggi, 2 ibu berisiko anemia, 1 ibu berisiko tekanan darah tinggi, dan 1 ibu dengan jarak kelahiran kurang dari dua tahun. Sementara itu, seluruh ibu hamil telah mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar pelayanan.

Data pemantauan balita usia 0–59 bulan menunjukkan bahwa pada bulan Mei 2026 terdapat 147 balita, dengan rincian 30 balita stunting, 1 balita gizi buruk, dan 19 balita gizi kurang. Pemerintah desa bersama tenaga kesehatan terus melakukan berbagai upaya penanganan melalui pemantauan tumbuh kembang, pemberian makanan tambahan bergizi, serta pelaksanaan imunisasi dasar lengkap yang telah mencapai cakupan 100 persen.

Selain itu, tercatat sebanyak 214 keluarga sasaran yang menjadi fokus pendampingan. Seluruh keluarga telah memiliki akses terhadap sumber air bersih, jamban sehat, dan sanitasi layak. Namun demikian, kepesertaan jaminan kesehatan masih perlu ditingkatkan karena baru mencapai 62,15 persen atau sebanyak 133 keluarga. Dari 49 keluarga kategori rentan, sebanyak 12 keluarga telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

Dalam sesi diskusi dan rembug, peserta menyepakati sejumlah usulan kegiatan prioritas yang akan menjadi bahan perencanaan pembangunan desa tahun berikutnya. Beberapa usulan tersebut meliputi pengadaan alat kesehatan, alat tulis kantor (ATK), pelaksanaan kelas ibu hamil dan kelas balita, peningkatan honor kader kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil KEK, balita, dan balita stunting, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengusulan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi anak stunting dan ibu hamil.

Kepala Desa Rowobranten dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan Rembug Stunting ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan sehingga angka stunting di Desa Rowobranten dapat terus menurun.

Dengan terselenggaranya Rembug Stunting Tahun 2026, Pemerintah Desa Rowobranten berharap tercipta kesepahaman dan komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung tercapainya target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal.


Dipost : 18 Juni 2026 | Dilihat : 48

Share :